Pemuda Islam

Tunjuk Tangan Buat Yang Mau Jadi Pemuda Islam

Assalamualaikum!! Hi, all!! How was your day?

Cieee, yang lagi pada senang soalnya sudah selesai UN mana nih suaranya?

Eits, jangan senang dulu guys! Kan belum pengumuman nih. Tetap tawakal yah… Banyakin salat tahajud tuh kalau perlu. Jangan langsung semprot-semprot cat ke seragam. oke? ^_^

Oya, kali ini kami akan membahas tentang Pemuda Islam.

Hayo, yang ngaku Islam sudah pada ngelakuin kewajibannya belum?

Oke, kenapa kami mengangkat tema ini? Menurut kami pemuda Islam di zaman Rasulullah dengan di zaman sekarang itu jelas berbeda? Kenapa bisa begitu? Haha, mari kita telisik lebih jauh!!

Buat yang penasaran bisa klik continue reading ya?

Happy reading!!

Setelah begitu sering Allah menjumpakanku dengan orang yang membuat hati bergumam lirih “ah, surga masih jauh..”, kini Allah menjumpakanku dengan orang-orang yang membuat dahi mengernyit sambil berpikir “memangnya pemuda muslim menurut mereka harus seperti apa?”

Ya, akhir-akhir ini Allah begitu sering menjumpakanku dengan orang-orang yang berkata “Yaa, namanya juga anak muda, neng. Wajarlah seperti itu..”
Hmm…, ada yang merasa ga enak mendengarkan ucapan seperti itu? Saya tunjuk tangan pertama! Saya terkadang bingung, mengapa pemuda yang melakukan kemaksiatan disebut wajar? Bahkan yang lebih membingungkan saya lagi ialah sikap mereka (sebagian besar masyarakat yang sering saya jumpai) yang terkadang malah mempermasalahkan pemudi yang berpakaian tertutup (baca: berjilbab) dan mencurigai aktivitas-aktivitasnya.
Saya masih terheran-heran dan tak habis pikir, mengapa masa muda seolah menjadi ajang pemuasan keinginan untuk melanggar perintah Allah?
Padahal Allah secara khusus menempatkan masa muda sebagai salah satu bahan peng-hisab-an, yang akan Allah mintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak, seperti yang di sabdakan Rasulullah saw., “Kelak pada hari kiamat, kaki seorang anak manusia tidak akan tergelincir (ke surga atau ke neraka) dari sisi Rabbnya, hingga lima perkara ditanyakan kepadanya: tentang usianya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang ia perbuat dengannya.” (H.R. Tirmidzi)
Mungkin ada yang bertanya, “Bukankah kata “usia” telah mencakup masa muda seeorang? Kenapa disebutkan lagi?”
Hhmm.., itulah istimewanya masa muda. Tujuannya apa? Yakni agar manusia memperhatikan bahwa masa ini mempunyai kepentingan tersendiri dalam hidupnya. Hadits ini juga secara tersirat menunjukkan keunggulan para pemuda bahwa potensi serta kemampuan yang dimilikinya sangatlah luar biasa.
Ya, karena masa muda begitu istimewa. Lalu, masihkah berpikiran bahwa masa muda adalah masa berleha-leha apalagi masa berbuat dosa????
Perlu kita fahamkan, bahwa masa muda ialah waktu untuk berkarya, periode emas dimana para pemuda zaman Rasulullah saw. mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk kemenangan Islam. Seperti kisah Muadz bin Amr bin Jamuh dan Mu’awwidz bin Afra’ misalnya, mereka berdua dengan antusias bergegas ikut serta bergabung bersama pasukan kaum muslimin yang akan berangkat menuju lembah badar. Karena tubuhnya terlihat lebih kuat, mereka yang baru berusia 13 dan 14 tahun diterima oleh Rasulullah saw. untuk masuk dalam skuad pasukan kaum muslimin yang akan berperang melawan kaum musyrikin pada perang Badar. Cita-cita mereka sangatlah tinggi, yakni membunuh Abu Jahal yang mendapat gelar “Fir’aun umat ini” dari masyarakat waktu itu.
Muadz pernah berkata, “Saya mendapat berita bahwa ia (Abu Jahal) adalah orang yang pernah mencaci maki Rasulullah saw.. Demi Allah yang jiwaku dalam genggaman-Nya! Jika aku melihatnya, pupil mataku tak akan berkedip memandangi matanya hingga salah seorang diantara kami terlebih tewas (gugur).”
Subhanallah.., luar biasa!! Kemudian, apa yang ia dapatkan? Tangannya menjadi hanya bergantung pada kulitnya saja, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menginjak tangannya dengan kakinya hingga tangannya terputus. Hal itu dilakukannya tak lain karena ia merasa tangannya menyulitkannya, sementara ia harus kembali berjuang melawan kaum musyrikin. Tapi ia tidak menyesal, karena perjuangannya itu telah berhasil membuat betis Abu Jahal terputus. Subhanallah..!!
Lalu bagaimana dengan Mu’awwidz?? Apa yang telah ia persembahkan?? Setelah berjuang mempersembahkan perjuangan yang sangat berharga dengan Muadz dalam perang Badar hingga terbunuhnya Abu Jahal, Muawwidz melanjutkan petualangan jihadnya hingga ia memperoleh gelar syuhada! Ya, ia telah mempersembahkan seluruh jiwanya hingga memperoleh mati syahid di jalan Allah! Subhanallah..
Ada lagi kisah pemuda di zaman Rasulullah yang berjihad di bidang yang berbeda. Siapa ia? Ia adalah Zaid bin Tsabit. Setelah tidak mendapat izin dari Rasulullah untuk terjun ke medan jihad di lembah Badar, ia tekun belajar membaca dan menulis serta menghafal Al-Qur’an dengan baik, sesuai dengan nasihat sang bunda “Jika tidak berjihad lewat pedang, masih bisa berjihad dengan lisan dan pena.”
Dari ketekunan itu, timbullah kepercayaan dari Rasulullah saw. agar Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa Ibrani dan Suryani, hingga ia menjadi juru bicara (penerjemah) daulah Islamiyah. Tahukah anda bahwa semua itu terjadi pada usianya yang baru tiga belas tahun???
Hari-hari pun berlalu, hingga sepeninggal Rasulullah saw., ia mendapatkan amanah besar untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu kitab. Padahal ketika mendapat tugas besar itu usianya baru 21 atau 22 tahun saja. Atau kalau ia hidup di zaman sekarang, ia mungkin belum memperoleh gelar sarjana dari fakultasnya.  Namun demikian, di pundaknyalah diletakkan sebuah tugas penting yang tidak akan diletakkan di pundak para professor dan guru besar terkemuka.
Sungguh karya yang luar biasa!
Lalu, jika mereka pada usia seperti itu saja telah berhasil mempersembahkan karya yang luar biasa, bahkan ada yang mempersembahkan nyawanya untuk membela Islam sehingga memperoleh syahid di jalan-Nya,, maka apa yang telah kita persembahkan??
Memang menjadi salah satu tugas kita juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa pemuda muslim yang diharapkan agama, bangsa dan negara adalah pemuda yang benar-benar ta’at pada Allah, yang Islamnya kaaffah (menyeluruh), tidak setengah-setengah. Karena bisa jadi, pandangan masyarakat (yang diawal telah disebutkan) terhadap para pemuda disebabkan tak munculnya sosok yang menjadi bukti bahwa pemuda muslim yang kaaffah-lah yang sebenarnya umat butuhkan.
Apa nih perbedaan pemuda zaman Rasulullah dengan sekarang? Banyak, man!!

Di zaman sekarang, pola hidup pemuda muslim sudah sangat memperihatinkan. Berapa banyak pemuda muslim yang mengunjungi masjid guna menunaikan sholat fardhu dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya? Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji dan menghafalkan kitabullah? Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji ilmu agama? Mereka lebih senang menghabiskan waktu luang mereka dengan mengujungi tempat-tempat hiburan seperti Game Center, Rental PS, dkk.

Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya dan tidak bermanfaat sedikitpun, bahkan malah membawa bencana. Sedangkan untuk pergi ke masjid, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masjid bermanfaat, dan berpahala.

Kalau kita tanya tentang agama banyak remaja yang mengaku Islam, tapi tidak tahu mengenai, Sirah Nabinya, Sahabatnya, bahkan dulu waktu saat sekolah sudah di ajarkan dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, tapi waktu kita tanya “Siapa sih Abu Bakar itu??” ada juga yang tidak tahu, belum yang lain ditanya.

Bahkan banyak remaja sekarang tiap pergatian tahun baru selalu mereka merayakan, bersukaria, meniup trompet, malah ada yang berkumpul-kumpul lomba balapan liar yang mengganggu ketentraman masyarakat. Tahun baru yang nyata-nyata merayakan itu bukanlah tahun Islam baik dari historis maupun dari pandangan umum, tapi coba lihat waktu tanggal 1 Muharram tahun Hijriyah apakah ada yang peduli terhadap tahun yang memiliki sejarah bagi orang yang beriman yang sangat berarti sekaligus sebuah sejarah perjuangan Nabi yang bukan hanya untuk diperingati namun juga sebagai sebuah ibrah yang harus kita amalkan pada setiap individu masing-masing maupun seluruhnya.

Coba tanya pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang mondar mandir di jalanan, coba suruh menyebutkan 12 bulan dalam tahun Masehi, lalu coba suruh menyebutkan 12 bulan pula pada tahun Hijriyah!! Allahu Akbar, bagaimana tidak? Tahun Masehi (Nasrani) mereka hafal, namun tahun Hijriyah tahun agamanya sendiri tidak tahu. Jika bulan Hijriyah saja tidak hafal, lalu bagaimana sejarahnya?

Bagaimana pendapat anda mengenai ini?? Lalu apakah pemuda kita masih ada yang tidak tahu bulannya sendiri?? Budaya di luar Islam banyak merebak hingga mereka buta terhadap agamanya sendiri.

Keteladanan Pemuda Era Rasulullah

Perlu kita fahamkan, bahwa masa muda ialah waktu untuk berkarya, periode emas dimana para pemuda zaman Rasulullah saw. mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk kemenangan Islam.

Adalah Az Zubair bin Awwam. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun. Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si Pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.

Juga Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.

Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah….”. Ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.

Juga Usamah bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.

Lalu, jika mereka pada usia seperti itu saja telah berhasil mempersembahkan karya yang luar biasa, bahkan ada yang mempersembahkan nyawanya untuk membela Islam sehingga memperoleh syahid di jalan- Nya,, maka apa yang telah kita persembahkan?

Memang menjadi salah satu tugas kita juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa pemuda muslim yang diharapkan agama, bangsa dan negara adalah pemuda yang benar-benar ta’at pada Allah, yang Islamnya kaaffah (menyeluruh), tidak setengah-setengah. Karena bisa jadi, pandangan masyarakat (yang diawal telah disebutkan) terhadap para pemuda disebabkan tak munculnya sosok yang menjadi bukti bahwa pemuda muslim yang kaaffah-lah yang sebenarnya umat butuhkan.

Setiap tahun, masyarakat kita memperingati hari Sumpah Pemuda di negara ini. Sayang, peringatan itu hanya sebatas kegiatan seremonial semata, tetapi miskin subtansi. Dengan adanya karakteristik sosok pemuda ideal yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda Indonesia dahulu, masa kini dan masa depan. Sadarilah, bahwa Islam menunggu peran para pemuda. Islam menunggu kita, kawan!!!

Sadarilah, bahwa Islam menunggu peran para pemuda. Islam menunggu kita, kawan!!!
Mari kita buktikan bahwa di atas pundak kepribadian muslim yang sempurnalah umat Islam akan berdiri kokoh dan kuat. Mari saling mengingatkan untuk senantiasa bersemangat dalam menjalani masa muda sebagai persembahan kita untuk Allah ‘aza wa jalla.
Nah, yang mau jadi pemuda/i Islam semangat terus yah menegakkan agamanya? Terus berjuang meskipun badai era modern menerjang dari segala penjuru ^_^
Assalamualaikum, guys!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s