KASIH SAYANG ORANG TUA

Tentunya dalam hidup kita saat ini tak pernah lepas dari campur tangan orang tua kita. Apabila kita mengingat masa dimana kita masih dalam usia balita, orang tua kita berusaha sebaik mungkin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Seorang ibu yang selalu siap memberikan ASI untuk asupan gizi bayinya. Seorang ayah yang selalu berkerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarganya. Mereka tak pernah mengenal lelah maupun mengeluh. Demi anak mereka, tak kenal waktu mereka selalu memberikan kasih sayang kepada kita. Orang tua kita yang selalu ada disetiap waktu. Ingatkah kita disaat kita menginginkan sebuah balon, orang tua kita selalu memberikannya, meskipun sebenarnya itu adalah uang terakhir yang dimiliki oleh orang tua kita. Mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Mereka menginginkan putra-putrinya bisa tersenyum, mereka menginginkan kita kelak menjadi orang yang sukses.

Pernahkah terbersit dibenak kalian untuk membalas apa yang telah diberikan oleh orang tua kita ? ibu kita menangis dimalam hari dalam sujudnya, mendoakan kita agar kelak kita menjadi orang yang sukses. Ayah kita bangun dikala pagi buta untuk bersujud kepada Tuhan, menangis dalam doanya untuk kesuksesan kita. Sedangkan kita masih nyenyak dalam buaian mimpi kita. Dalam doanya selalu tertulis nama kita disana. Tapi, mengapa kita masih saja menyakiti hati orang tua kita. Ketika ibu memanggil nama kita untuk memohon bantuan, kita teriakkan kata-kata “SEBENTAR, BU”, sedangkan kita saat itu sibuk dengan game ataupun televisi. Pernahkan kalian memikirkan perasaan orang tua kita ? terkadang kita lupa, bahwa ibu kita yang telah melahirkan kita berjuang mati-matian antara hidup dan matinya. Ayah kita berjuang sekuat tenaga mencari nafkah untuk kita. Akan tetapi, mengapa masih saja kita tak pernah menyadarinya?

Ibu dan ayah kita adalah orang-orang yang benar-benar menyayangi kita. Beliau adalah orang yang mengetahui tentang apa yang kamu suka dan kamu benci, dan beliau mengetahui orang yang terbaik untuk kita. Beliaulah orang pertama yang merasa sakit hati ketika engkau disakiti. Beliau akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. beliaulah orang pertama yang akan tersenyum dan mengucapkan selamat ketika kita telah berhasil nantinya. Beliau adalah segalanya dalam hidup kita. Kasih sayangnya tak pernah ada ujung dan akhirnya. Beliau adalah malaikat dalam hidup kita yang selalu menjaga kita setiap waktu.

Disaat kita sakit, beliau selalu berusaha untuk menyembuhkan kita. Beliau rela tidak tidur semalaman hanya untuk menjaga dan mendoakan kesembuhan kita. Beliau rela tidur tanpa selimut, hanya untuk menyelimuti kita saat malam nan dingin datang. Apapun beliau lakukan hanya untuk membuat kita, putra putri kebanggaannya tersenyum. Di kala mereka menangis, tak pernah sedikit pun menunjukkan rasa kesedihannya. Hanya karena beliau tak ingin melihat kita sedih.

Tak pernah tersirat di hati mereka untuk menyakiti perasaan kita. Ketika beliau memarahi kita, hati kecilnya menangis merintih tak sanggup melihat kita dimarahi. Saat itulah mereka menyalahkan dirinya sendiri. Tahukah teman, saat ibu atau ayah kita memarahai kita, sebenarnya beliau menasehati kita. Mereka hanya tak ingin terjadi hal yang buruk kepada kita.

Pernahkah kalian berpikir, jika suatu saat nanti salah satu dari orang tua kita tidur terlelap dan tak akan pernah membuka matanya kembali? Sudahkah kita membalas jasa budinya? Sudahkah kita memohon ampun atas kesalahan kita kepadanya? Saat itu kita hanya bisa menyesalinya, menangis dalam kesedihan. Kita hanya bisa menatap kamarnya yang kosong, tersisa album kenangan bersamanya. Ketika kita buka, semuanya hanya tinggal kenangan diikuti oleh tetesan air mata kita. Tak akan ada lagi kasih sayangnya seperti dulu kala. Semua hanya tinggal kenangan.

Kasih sayang orang tua kita, tak pernah mengenal batas. Beliau selalu berusaha memberikan cinta kasihnya untuk kita. Mengajari kita untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar, menyuapi kita, membantu kita saat kita merasa kesusahan, tak kenal rasa lelah dan tak pernah mengeluh. Demi anak mereka tercinta, mereka rela berjuang bersama kita. Saat kita berjuang mati-matian untuk meraih masa depan, orang tua kita terharu melihat perjuangan kita, terkadang air matanya menetes melihat perjuangan kita.

Jangan pernah kalian sia-siakan orang tua kita. Perjuangan beliau demi melihat anak kesayangannya sukses, kasih sayang yang diberikannya, dan senyum yang selalu terukir diwajahnya adalah semangat untuk kita. Selama kita masih memiliki keluarga yang utuh, bersyukurlah karena masih banyak yang tak seberuntung kita. Sebelum belliau tiada, segeralah memohon ampunan darinya. Bersujud dan peluklah beliau. Jadikan ibu dan ayah kita sebagai semangat dalam kehidupan kita. Tanpa beliau kita bukanlah apa-apa.

 

oleh salah seorang saudari kita yang sangat mencintai kedua orangtuanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s