siklus [featuring : d’Cost]

Assalamulaykum warahmatullah hi wabarakatuh.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, SKI SMANISDA mempunyai kajian rutin yang biasa di laksanakan setiap hari sabtu bernama SIKLUS (Studi Islam Komprehensif Lingkup Smanisda) yang biasa diisi oleh para alumni yang bernama HAMASDA.

Berbeda sama yang biasanya… siklus kali ini sangat istimewa. Pasalnya gak lagi diadakan di sekolah! Uwooooowwww… kali ini salah satu tim siklus—yang dimentori oleh mbak Ika—mengambil tempat di D’cost Sidoarjo… wah, senangnya.. setelah setahun lebih Siklus cuma di situ2 aja, akhirnya bisa merasakan suasana baru, ada makanannnya pula hehe..

Tapi bukan itu yang mau kita ceritakan sekarang. Itu hanya sebab dan latar belakang dari materi siklus yang justru menjadi inti postingan ini. Karena kami bertempat di salah satu restoran yang ada di mall.. dan bisa diketahui sendiri bahwa mall adalah tempat perbelanjaan, maka materi siklus sabtu kemaren adalah Ghaswul Fikr. Ya, atau yang artinya Perang Pemikiran.

Latar belakang dari Perang Pemikiran itu sendiri sob, adalah karena Perang Salib yang dulu terjadi sekian tahun lamanya. Para kaum kafir yang menjadi musuh Islam saat itu sangat penasaran dengan kunci keberhasilan kemenangan kaum Muslim di setiap peperangan. Ambil saja contoh penakluk Konstantinopel, Shalahuddin Al-Ayyubi yang tidak pernah absen shalat Tahajjud sebagai kunci kemenangan beserta setengah dari prajuritnya yang tidak pernah absen shalat rawatib.  Intinya prajurit muslim memenangkan perang salib dengan doa dan amal =’)

Nah, dari situlah sob orang-orang akhirnya beranggapan, ‘jika Umat Muslim tak bisa kita kalahkan dengan otot, maka kita hancurkan mereka lewat pemikiran.’

Maka, itulah dasar dari ghazwul fikr yang ada sekarang ini. Yang sedang kita rasakan sekarang ini, atau lebih ekstrim  lagi.. yang sedang kita lakukan saat ini.

Mereka sendiri meluncurkan ‘perang’nya lewat 4F, yaitu food, fashion, fun, film. Sudah pada tahu kan implikasinya dimana saja? Yah, begitulah. Mungkin akan dijelaskan berikut ini sebagai pengingat dan pelengkap saja.

Dari segi food, mereka mempunyai berbagai makanan yang dapat ‘menghancurkan’ kita, seperti junk food, makanan berpengawet, makanan yang (sebenarnya) tidak halal namun di’buat’ seakan halal, atau makanan yang tidak thoyyib lainnya.  Ambil contoh paling dekat, seperti KFC, McDonald, atau makanan instan (yang terutama) berasal dari negeri ‘sono’.

Sedangkan dari segi fashion, mereka mempunyai berbagai jenis model pakaian yang membuat kita tergerus dan melupakan bagaiman seharusnya muslim berpakaian. Adanya jeans, tanktop, bikini, backless, atau sebagainya membuat banyak sekali saudar-saudara kita malas memakai gamis, jubah, dan pakaian syar’i lainnya.

Nah, ada satu hal lagi yang juga sangat berbahaya sob! Jangan sampe kita  terjebak dalam mode ya.. emang si jaman sekarang model jilbab itu macem-macem, gak kolot kayak dulu. Sekarang ada banyak sekali istilah-istilah buat jilbab yang aneh bin ajaib. Bagusnya, ini (bisa) bikin kaum perempuan tertarik dan tergerak buat memakai jilbab. Tapi, alih-alih  mengikuti mode, tetapi tidak syar’i. Ada jilbab yang diputer-puter sampe kayak punuk unta. Nah, ini kan sudah dilarang ma baginda rasul.

“Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala mereka (terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka!, sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/233)).

Bahaya banget situ.. ada juga yang jilbabnya ketat-ketat sampe lekuk tubuhnya keliatan semua… ah, maaf. Penulis gak begitu mahir soal model jilbab, gak pernah pake yang aneh-aneh soalnya, dan gak minat juga, afwan ^^

Dan yang keempat yakni film. Oke sob, saya dan anda pasti suka nonton bioskop dan yang ditonton film barat (apalagi dibayari)? Ah, pasti kita lebih menyukai film barat daripada film indonesia. Entah kita menyukainya dari segi apa, tapi yang pasti dalam film-film barat tersebut ‘pasti’ atau ‘hampir semua’ film-film itu ada adegan yang gak begitu patut kita lihat, seperti kekerasan, pergaulan antara cewek dan cowok.. dan pasti kita juga gak jarang lihat film yang model ceritanya begini >> jadi dunia di ambang kehancuran. Udah pokonya ga ada yang namanya harapan buat bumi ini. Tapi orang-orang barat (lebih tepatnya amerika) muncul secara heroik dan berupaya dengan segenap darah dan airmata mereka untuk menyelamatkan kehidupan alam semesta ini << pasti pernah kan? Nah, ya ini juga termasuk ghazwul fikr, bener deh! Ya iyalah, ini kalo kita tonton terus-menerus, bisa bikin pola pikir bahwa mereka (dunia barat/amerika/what ever) adalah penyelamat dunia. Tanpa mereka, dunia ini mengalami kehancuran. Padahal ya gak gitu juga… ini membuat kita sebagai umat muslin menjadi kurang percaya diri dan terkesan tunduk sama amerika. Dan efek lainnya, kita sebagai umat muslim bisa saja meniru segala perilaku hidup mereka berkat melihat kelakuannya di film-film 21. Ini buruk banget buat kualitas hidup dan iman kita.

Okeh, penulis punya F satu lagi buat ghazwul fikr.. yaitu, Facebook. Ini masih sebatas pendapat beberapa orang yang merasa bahwa lama-lama facebook juga menjauhkan kita dari cara hidup kaum muslim. Misalnya, keranjingan fesbukan jadi lupa sholat…

Nah, untuk fenomena itu   Mbak Ika pernah bercerita bahwa ketika itu hari Jumat dan kebetulan juga sudah menginjak waktu sholat jumat (adzan) dan kebetulan berhalangan untuk sholat, maka beliau lebih memilih untuk online fesbuk. Eh, ndilalah teman laki-laki mbak ika masih banyak yang OL. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah ikhwan. Aneh kan? Ya itulah efek sihir dari fesbuk. Sampai akhirnya mereka ditegur oleh mbak ika untuk segera sholat jumat, mereka masih OL.

Penulis sendiri mengakui untuk masalah fesbuk ini agak susah. Yah, walopun penulis juga gak tau sebabnya apa, tapi kalo udah berhadapan sama kompi dan ada modem nancep, wah, susah susah susah… lhoh,  kok jadi curcol gini yah?

Lantas apa yang harus kita lakuin biar gak jadi korban perang yang teramat kejam ini? Okeh, karena sasaran ghazwul fikr ini adalah kalangan remaja, maka satu-satunya cara adalah kenali agama kita, perdalam, dan amalkan. Maksudnya adalah, kita harus benar-benar mengenal agama Islam ini apa, ngapain aja, cara hidupnya itu bagaimana… tapi jangan Cuma sebatas ngenali.. kita juga harus perdalam. Ingat, kenal belum tentu paham. Masih banyak orang muslim yang masih kebingungan dengan agamanya, sehingga mereka mudah terkena dan kalah dengan ghazwul fikr ini. Bahaya sob. Asli.

Setelah paham, jelas dan konkritnya harus kita amalkan. Ilmu yang dia tanpa amal sangat sia-sia. Implementasi yang paling gampang ya dengan melakukan ibadah sebaik-baiknya. Namun lebih baik lagi jangan Cuma ibadah ruhaniah sob, sebagai anak muda yang diberi kenikmatan berupa kesehatan dan kekuatan jasmani, alangkah lebih baiknya lagi jika kita aktifkan diri di organisasi-organisasi keislaman, minimal di tingkat sekolah masing-masing. Yang muda yang berdakwah! Ini cara paling yang ampuh yang bisa kita lakukan saat ini guna menangkal ghazwul fikr.

Jangan takut ketika mungkin sekolah kita terganggu atau apalah. Karena sebagaimana kita menolong agama Allah (buat diri kita sendiri sekalipun) maka tunggulah, Allah pasti akan menurunkan pertolongannya buat kita.

“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad :7) 

Okleh sob? Mungkin topik ghazwul fikr ini sudah diwacanakan dan dibahas sejak jaman azali… namun ketika kita rasakan lagi, masih banyak memang pemaparan diatas yang tidak bisa kita hindari. Maka oleh karenanya saya menulis ini, sekedar untuk mengingatkan..

Bila antum sekalian ada pertanyaan  atau tanggapan silahkan comment dibawah, InsyaAllah akan dijawab oleh yang berilmu dari kami.  Afwan jika ada salah kata, Wassalamualaykum Warahmtullah… ^^

SIKLUS with D'cost

tak lupa juga buat D’cost yang sudah bersedia kami ‘ramaikan’ selama berjam-jam walau kami hanya membeli minuman… hahhahahaha

3 comments on “siklus [featuring : d’Cost]

  1. tambahan. . film barat juga menjadikan kita lupa akan sejarah ISLAM yang jaya. . contoh aja tom n jerry, di situ kucing selalu kalah dengan tikus, padahal kucing adalah hewan kesayangan rasulullah. .
    selain itu, bahaya dari fb adalah membuat kita semakin jarang bersilaturahmi ke rumah seseorang. . kita lebih suka mengabarkan sesuatu lewat fb atau sms dari pada datang langsung ke rumahnya. .

  2. iya, ada salah satu kabar menyebutkan bahwa memang Israel sendiri adalah bagian dari rencana ‘mereka’ untuk menaklukkan dunia ini.. gak cuma ghazwul fikr aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s