Penasehat PM Palestina : Kami Butuh Obat-obata​n dan Senjata

Kami Butuh Obat-obatan dan Senjata
 
FIGUR September 2011
 
Syaikh Musthafa Ahmad Muhammad Al-Qanu’,
Penasihat PM Palestina 
 
Penyerangan Israel laknatullah  ke berbagai wilayah di Palestina awal tahun 2009 menyisakan berbagai masalah. Selain infrastruktur yang hancur, banyak korban  yang hingga kini tidak tertangani secara baik. Minimnya peralatan kesehatan dan ketiadaan obat-obatan menjadi kendala utamanya.
 
Terlebih, perangkat persenjataan yang digunakan oleh Israel, seperti: bom uranium, ranjau darat, dan bom fosfor ternyata menyebabkan beberapa penyakit berat. Hal tersebut diungkap Syaikh Musthafa Ahmad Muhammad Al-Qanu’, penasihat PerdanaMenteri Palestina, Ismail Haniya beberapa waktu lalu di Jakarta. Menurutnya, senjata-senjata yang digunakan Israel menimbulkan penyakit berat, seperti kanker, jantung, gagal ginjal, dan gangguan perut pada penduduk Palestina. “Seharusnya persenjataan itu tidak boleh digunakan di dunia,” katanya.
 
Semua sudah terjadi. Masyarakat Palestina banyak yang menderita. Sudah begitu, mereka masih juga dilarang untuk berobat keluar Palestina.  “Kalau pun harus keluar tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan,” kata pria yang pernah dipenjara dandiasingkan oleh Israel  ini. Maka dari itu, pemerintah Palestina di bawah pimpinan Ismail Haniya mengajak negara-negara Arab dan negara Muslim lainnya untuk membangun rumah sakit di Palestina.
 
Ada beberapa negara yang mulai membangun rumah sakit (RS) di Gaza, salah satunya Indonesia. Pembangunan RS Indonesia yang digagas oleh lembaga kemanusiaanMedical Emergency Rescue Committee (MER-C) ini dibangun atas donasi dari masyarakat Indonesia. Dalam situs resminya, pembangunan RS Indonesia kini telah mencapai progres 30 persen.
 
Beberapa waktu lalu, syaikh lulusan Universitas Alexandria Mesir ini bersilaturahim ke kantor majalah Suara Hidayatullah bersama Nur Ikhwan (relawan Mavi Marmara, anggota MER-C). Di hadapan kru majalah ini, Syaikh Musthafa menjelaskan tentang kondisi terakhir umat Islam di Palestina. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan RS Indonesia sangat penting di tengah kondisi masyarakat Palestina yang membutuhkan perawatan dan obat-obatan.
 
Kondisi terakhir, Masjid Al-Aqsha masih terus dikepung, juga berusaha dirobohkan dengan mengeruk bagian bawahnya. Sementara di Al-Quds, masih terus diblokir. Di Gaza,  meskipun masih dikepung, namun keadaan sudah aman berkat perjuangan para mujahidin. Namun, saudara-saudara kita di Gaza masih memerlukan banyak bantuan, berupa tenaga medis, alat-alat kesehatan, dana, serta persenjataan.
 
Sumber : Majalah Suara Hidayatullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s