TIDAKKAH kita MALU ???

AL-GHAFFAR. Ya, itulah salahsatu nama indah ALLAH SWT yang memiliki arti, MAHA PENGAMPUN.

Mungkin, ada segelintir orang yang meragukan bagaimana murahnya ampunan ALLAH SWT. Berikut ini terdapat sebuah kisah yang tidak sengaja saya temukan di salahsatu web, marilah kita simak. Di zaman Nabi Musa ada seorang fasik yang suka melakukan kejahatan. Penduduk negeri tersebut tidak mampu lagi mencegah perbuatannya, lalu mereka berdoa kepada Allah.

Maka Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa supaya mengusir pemuda itu dari negerinya agar penduduknya tidak ditimpa bencana. Lalu keluarlah pemuda tersebut dari kampungnya dan sampai disuatu kawasan yang luas, dimana tidak seekor burung atau manusia pun di situ. Selang beberapa hari pemuda itu jatuh sakit. Merintihlah ia keseorangan, lalu berkata:

“Wahai Tuhanku, kalaulah ibuku, ayahku dan isteriku berada di sisiku sudah tentu mereka akan menangis melihat waktu akan memisahkan aku dengan mereka (mati).

Andaikata anak-anakku ada di sisi pasti mereka berkata: “Ya Allah, ampunilah ayah kami yang telah banyak melakukan kejahatan sehingga ia diusir dari kampungnya ke tanah lapang yang tidak berpenghuni dan keluar dari dunia menuju akhirat dalam keadaan putus asa dari segala sesuatu kecuali rahmat-Mu ya Allah.”

Akhir sekali pemuda itu berkata: “Ya Allah, janganlah Kau putuskan aku dari rahmat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa terhadap sesuatu.” Setelah berkata maka matilah pemuda itu. Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, firmannya:

 “Pergilah kamu ke tanah lapang disana ada seorang wali-Ku telah meninggal. Mandikan, kafankan dan sembahyangkanlah dia.” Setiba di sana Nabi Musa mendapati yang mati itu adalah pemuda yang diusirnya dahulu.

Lalu Nabi Musa berkata: “Ya Allah, bukankah dia ini pemuda fasik yang Engkau suruh aku usir dahulu.”

Allah berfirman: “Benar. Aku kasihan kepadanya disebabkan rintihan sakitnya dan berjauhan dari kaum keluarganya. Apabila seseorang yang tidak mempunyai saudara mati, maka semua penghuni langit dan bumi akan sama menangis kerana kasihan kepadanya. Oleh kerana itu bagaimana Aku tidak mengasihaninya sedangkan Aku adalah zat Yang Maha Penyayang di antara penyayang.”

Sumber: http://alkisahteladan.blogspot.com

SUBHANALLAH… Begitu murahnya ampunan ALLAH SWT. Dari kisah tersebut, apakah kita masih percaya diri untuk terus melakukan kemungkaran??? Apakah kita tidak malu ??? Padahal ALLAH selalu memberikan banyak jalan untuk kita melakukan kebajikan. Ampunan-NYA pun selalu mengalir untuk kita. Sedangkan, apa yang kita lakukan selama ini. Bukan menambah amalan dengan berbuat kebajikan, tetapi berlomba – lomba melakukan kemungkaran. Semoga kisah diatas bisa menjadi sebuah motivasi untuk kita. Agar kita senantiasa memiliki rasa malu terhadap ALLAH SWT serta selalu berlomba – lomba dalam hal kebaikan.

 [i.s.a]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s