Pemilihan Ketua SKI

Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh

Sarung.

Pernah gak terpikir bakal menangis hanya karena sebuah sarung? Ana, jujur gak pernah berpikir se..aneh itu, sampe malam ini.

kuski kami cinta tanah air

Sarung masalahnya bukan sarung biasa. Tapi ini sarung istimewa. Ibaratnya kan, sarung itu simbol Islam yang melekat pada kaum ikhwan. Nah, di SKI SMANISDA sendiri “sarung” itu melambangkan sebuah teladan—karena barangsiapa yang berkalung sarung itu hampir dipastikan akan menjadi pusat perhatian satu sekolah—, sebuah kepemimpinan, sebuah persiapan matang, sebuah jawaban dari malam panjang, sebuah pencarian jati diri, dan sebuah…penantian.

Alasan ana menulis ini, simpel saja. Ingin menuangkan semuuuuaaa perasaan yang cuampur uaduk selepas solat maghrib tadi sampe detik ini. Ana takut, jika ana (terlalu) mengingatnya, ini akan berdampak tidak baik buat ana pribadi.

Sepertinya pengantarnya panjang ya? Langsung aja deh.

AAHHH,. AKHIRRRNYYYAAA!!!! KAMI DAPAT KUSKI BARRRUUU!! Lega, pasti. Terharu, jelas. Takut, jangan diragukan. Ah, tapi itu nanti saja dipikirkan. Ana disini Cuma pengen menceritakan kembali peristiwa pengalungan SARUNG kuski baru kitaaa… langsung cerita inti aja deh, biar gak ngetik banyak2.

Ana ingat, itu selepas solat maghrib. Ana duduk di depan sendiri dekat mbak Rahma. Tapi akhirnya ana pindah di dekat ukhti Irma dan ukhti Sofi yang mungkin lebih punya “perasaan yang sehati” dengan ana.  Seketika kemudian Irma mengenggam tangan ana.

Kuski (lama) kami, yakni mas Arif beserta kelima calon kuski (baru) yaitu :  Eky, Juan, Aga, Andri, dan Faris. Sudah siap-siap tuh di depan. Akakkakaka, sumpah waktu ini ana biasa aja😄 *walopun udah nderedeg2 serrr ngunu lah* mas Arif terus menjauhkan mereka berlima—sambil membisiki mereka sesuatu—gatau tuh buat apa. Walopun lima orang itu cengengas-cengenges muluk, tapi ana tau dalam hati mereka pengen boker… ups, meledak. Hehehehhe..  :D 

Genggaman tangan Irma yang diapit ana dan Sofi semakin kencang. Raut mas Arif udah kayak gimanaa..gitu. itu bikin kami—khususnya akhwat kelasXI—makin kalap (emboh leg ikhwan.e pisan :p).  Mbak-mbaknya ada yang nangis, ketawa, ada yang juga tegang macem kita. Ana inget, waktu ana masih duduk dekat mbak Rahma, mbak Rahma bilang, “Afwan ya dek kalo nantinya mengecewakan.” Ah, tapi kalo buatku, mbak2 dan mas2 gak segampang itu memilih kuski. Mereka pasti sudah bertanya pada pembina, dan..pada Sang Maha. Dan pastilah, jawaban Ar-Rahman TAK PERNAH MENGEWAKAN.  

Mas Arif berjalan pelan mengelilingi mereka. Seketika itu suara-suara melengking—tanda tegang—menggema pelan. Suara ikhwan dan akhwat ada kok, karena kami semua memang sudah teramat sangat menunggu hari ini. Rasanya sudah duniaku hanya berada di Masjid Al-Ikhlas, serasa dunia hanya milik SKI SMANISDA *alay manee. Intinya, ana TEGANG. BANGET.

Beberapa saat kemudian—ketika sampe di belakang antara Eky dan  (setelah puas berkeliling dan memakai “sarung”nya untuk terakhir kalinya), mas Arif mencopot sarungnya. Suara melengking tanda tegang makin keras.  Inilah bagian yang buatku, paling… buat.. aku… terharu, gak tega, sedih, takut, gemes, apa ya…? bingung ana…

Coba deh bayangin ketika kamu harus memberikan sebuah jabatan yang telah kau pegang selama sekian bulan.. Jabatan yang buatmu semakin mengenal-Nya? Jabatan yang telah ditasbihkan bukan hanya oleh pembina, tapi juga para Malaikat, Al-Qur’an, dan Allah? Jabatan yang karenanya kamu bisa menjadi sumber fitnah..? Bisakah kau melepasnya begitu saja? Bagaimana jika penerusmu nanti tidak bisa mengemban jabatanmu dengan baik? Ah, alay lagi kan ana… ==”

Lanjut.. mas Arif melepas sarungnya dengan raut wajah yang susah digambarkan. Jujur, ketika ini ana gak bisa melukiskannya dengan kata-kata. Mas Arif kemudian komat-kamit gitu lah, yang ana tau masnya itu sedang membaca basmalah dan shalawat berulang-ulang. Allah, rasanya aku gak tega.. rasanya “wes gak usah atek ganti kuski ngene lah!”… rasanya detak jantungku wes gak kurem lagi gasnya.. ana menyentuh dada ana, dan ana bisa merasakan betapa kencangnya. 

Mas Arif berjalan, pelan, pelan, berhenti di satu titik, berhenti di belakang eky, lanjut ke juan, aga, andri, terus faris. Terus muter lewat depan.. berhenti di satu titik.. memelankan langkahnya.. wes koyok final Miss Universe ikuloohh.. *tapi yo apik iki lah* dan, begitu seterusnya paling gak sekitar 3 menitan. Bikin makin gak karu2an awak iki. Wajah dari kelima calon pun juga gak kalah gak karu2annya :p

Dan, di pojok paling kanan. Mas Arif berhenti. Mataku tertuju pada sarung kuning itu. Oke, diangkatlah sarung keramat itu. Berganti ia ke leher orang lain. Berakhir sudah kepemimpinan kuski Arif …..

Faris.

Dialah ikhwan yang berkalung sarung kebesaran kuski itu.  

Aku? Nangis.

Rasanya, aku langsung kenyang seketika, wes males buko aku.

Sialnya? Faris malah meringis, seakan itu cumak guyon. ==”  

Yang lainnya? Hm…. kugambarkan secara singkat aja ya?

Akhwat kelas XII : menarik napas lega, ada yang ber-hamdalah, ada yang nangis… humm… embak2nya, terharu ana :’)

Akhwat kelas XI : nangis (mayoritas—termasuk ana), ada yang kaget (yoyoi, wong gak nyangka), ada yang..kecewa.. (namanya juga pemilihan), ada yang biasa aja.

Akhwat kelas X : hehehe, rodok bingung ana nulis.e tapi, kebanyakan dari mereka bingung kenapa akhwat kelas XI dan XII nya nangis. Hehehehehe…  

Kuski (lama) : wajahnya sendu.. entah apalah artinya itu semua…

Ikhwan : ya mana aku tau! Orang ada hijab.. ==” tapi dari suaranya mereka sangat senang. Berok2 ngunu.. shalawat, hamdalah, dan sebagainya.

Haahahaha… setelah itu akhirnya kuski baru, Faris Rasyadi Putra memberikan pidato pertamanya *ciee*. Hahaha… :’D dan tetap, dengan gayanya yang khas.. dia ketawa2 gak jelas.. ==”

Ana masih sangat ingat kalok kuski lama bilang gini sebelum mengalungkan sarungnya ke Faris, “Dimohon nanti ketika sudah diumumkan kuski yang baru.. jangan bertepuk tangan. Tapi ucapkanlah alhamdulillah.”

Dan memang hanyalah itu kata yang keluar dari mulut ana… selain sungai kecil yang keluar dari mata.

Jadi ingat juga ketika, hari pertama kali ana dengar kabar tentang the top five kuski baru, ana langsung bilang ke ukhti Sofi dan Qorie pas di angkot, “Entah kenapa, aku condong ke Faris.” Sampai debat, semakin mantap ana sama Faris, bahwa dialah yang akan memimpin kami.

Dan, ternyata… memang dialah orangnya :’) 

Hah… itu aja deh yang mau ana tulis. Banyak2 nanti malah ngelantur.. :p

Ana cuma mau bilang, selamat sekali lagi untuk akhi Faris Rasyadi Putra.. atas terpilihnya menjadi Ketua Umum SKI SMANISDA tahun kerja 2011-2012. Kami siap mendukung antum, semoga dapat membawa SKI kedepannya lebih baik lagi.

Insya Allah ini yang terbaik bagi agama Allah. 

Wassalamualaykum wr wb.

19 Ramadan 1432 Hijriah.

(f.r.a)

By cfbella Posted in SKI

20 comments on “Pemilihan Ketua SKI

  1. alhamdulilah kuski baru sudah ada…
    tetep ada dari anak paskib
    paskib smanisda. menghsilkan bibit pemimpin amin semoga barokah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s