Kisah : Mengapa Islam itu Indah?

Sebuah kisah yang insyaAllah dapat menjadi renungan bagi kita semua…

Saya telah diperkenalkan kepada Islam sejak 16 tahun yang lalu. Sejak saya dilahirkan ke dunia, lafadz adzan dikumandangkan oleh ayah, dengan harapan saya akan terus mengingat keindahan dan keagungan-Nya.

Pada saat masa kanak-kanak, saya diajarkan sholat dan mengaji. Saya diajarkan ‘worship’ kepada Tuhan, yang kami sebut Allah. Pertama-tamanya, semua yang saya temui dari komunitas Muslim menuntun saya membaca syahadat, mengakui ke-esa-an Allah, dan percaya bahwa MuhammadShalallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan-Nya.

Saya mengagumi keunikan gerakan sholat dan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang biasanya dibacakan ibu. Saya saat itu hanya merasa semuanya sudah sempurna dan betapa beruntung sekali saya berada dalam naungan Islam.

Di usia remaja, saya bertemu dengan lebih banyak orang dengan backgroundyang berbeda. Termasuk agama. Saya sempat ingin pindah agama menjadi Kristen. Karena kesal pada tugas menghafal surat, keharusan berkerudung, dan hal-hal Islami lainnya. Entah bagaimana perasaan itu bisa muncul. Saya sejak itu seperti buta dari Islam, saya lupa pada Allah. Saya kira Tuhan juga sudah tidak peduli lagi pada saya. Namun saya keliru. Dia hanya menguji tingkat keimanan saya.

Saya kembali ke pangkuan Islam setelah beberapa tahun beraliran ‘Agnostic’. Tapatnya di tahun akhir Sekolah Menengah Pertama. Saya rindu pada Dzat yang ‘dulu’ saya kenal dengan nama Tuhan. Yang selalu memberikan kebahagian, perasaan damai, dan mendengarkan semua keluh kesah saya. Saya mendekati-Nya kali ini. Tapi tetap saja, ilmu agama saya tidak langsung bertambah karena semangat itu.

Tahun 2010 seseorang bernama Ridwan yang saya temui di Tahap Nasional Pertukaran Pelajar ‘mengingatkan’ saya. Islam itu rahmat, cahaya, dan kedamaian. Dan sebagai seorang Muslim, saya harusnya merasa beruntung dan mempelajari lebih banyak.

Kemarin saya menatap langit, malam sepi itu justru mengingatkan pada taburan bintang di langit yang dilukis Van Gogh. Saya yakin Tuhan menaburkan bintang-bintang itu juga untuk kebahagiaan saya, mengingatkan saya pada indahnya Islam yang penuh hidayah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s