STRUKTUR ORGANISASI 2014-2015

BADAN PENGURUS HARIAN

SIE KEROHANIAN ISLAM 

SMA NEGERI 1 SIDOARJO

2014-2015


Ketua Umum SKI 2014-2015

Arnan Jinawi

SEKRETARIS

SEKRETARIS UMUM : Damar Setya Kresna Adi

SEKRETARIS I : Hilda Laila Rachmawati

BENDAHARA

BENDAHARA UMUM : Alas Sukma Rusmana

BENDAHARA II : Firda Laili Rachmawati

SIE PENGGALIAN DANA : Muhammad Nimran Saladin

SIE BAZAR : Ivan Dwi Arifianto / Rosyida

SIE DANA KEMATIAN : Annisa Nabila Pranowo

DEPARTEMEN PPSDM

KADEP : Muhammad Rossifumi Rafi

WAKADEP : Shafira Herlinawati

KADERISASI

  1. Reyhan Dzaky Darmawan
  2. Annisa Firdha Imani
  3. Dini Intan Afrida

BTQ

  1. Angelicha Putri Ayu Sekarsari
  2. Hanan Qonitah
  3. Hans Alif Firmansyah
  4. Eldy Yusuf Fathoni

DEPARTEMEN TAKMIR

KADEP : Bilal Pradanahadi

WAKADEP : Mutaaririn Nurul Hidayah

BENDAHARA : Mohamad Rifqi Shiddiq

DIVISI INVENTARIS

  1. Muhamad Hanif Ayala
  2. M Fikri Yusril Izza
  3. Syarifah Amatullah

DIVISI PERPUSTAKAAN

  1. Muhammad Rafi El Haady
  2. Diajeng Nashukha Ramadhanty
  3. Dina Amalia

DEPARTEMEN SYIAR

KADEP : Farhan Ali Fadhani

WAKADEP : Aulia Nur Fadila

DIVISI KESENIAN

  1. Muhammad Syafi’ul Umam
  2. Hafara Firdausi
  3. Fauziyah Ariesta Putri
  4. Naila Amirotul Ummah

DEPARTEMEN PHBI

KADEP : Yocco Bimarta

WAKADEP : Mayra Alfa Rahmi

ANGGOTA

  1. Ryan Dwi Pranowo
  2. Rahadian Koesdijarto Putra
  3. Annisa Firdaus
  4. Intan Nadiyah Rahma
  5. Dhirar Ekalaya
  6. Putri Kinanti Ayu Sari

DEPARTEMEN HUMAS

KADEP : Faza Budargo

WAKADEP : Nadhifah Nisrina Hapsari

ANGGOTA

  1. Bagus Prasetyo Santosa
  2. Anggi Nur’aini Ikawati
  3. Mutia Aristawidya Paramesti
  4. Rahmi Tsania Widyastuti

DEPARTEMEN AL FURQON

KADEP : Alwan Ghozi Kurnia Amrullah

WAKADEP : Ihzza Alief Hidayatillah

BULETIN

  1. Aathifah
  2. Yanis Dini Kusuma
  3. R Aulia Muhammad Rizky

MADING

  1. Wildan Zalfi Ramadhan
  2. Alvireza Pradipta Prischayani
  3. Azizah Mursyidati Nurulhayati

Liburan Penuh Makna

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh, sobat!

Alhamdulillah, setelah satu semester ini kita menuntut ilmu di sekolah dan menjalani UAS, akhirnya tibalah waktunya untuk berlibur. Jauh-jauh hari kita sudah merencanakan liburan yang menyenangkan. Apalagi saat kita memutuskan untuk bepergian ke luar kota, tentu sangat mengasyikkan karena bisa melupakan kepenatan yang kita alami selama sekolah. Tak lupa berbagi oleh-oleh dengan teman-teman dong, hehe…

Perjalanan yang menyenangkan bukan menjadi halangan untuk semakin dekat dengan Allah Swt. Selama perjalanan, kita disuguhkan indahnya pemandangan alam yang terhampar luas. Saat waktunya bersenang-senang itu tiba, kita menikmati waktu yang telah Allah berikan untuk bersantai sejenak dari penatnya beban. Hal yang seperti itu harus kita syukuri, betapa luasnya karunia Allah kepada kita, maupun apa yang ada di alam semesta ini.

Liburan bukanlah suatu hambatan bagi kita untuk tetap melaksanakan ibadah seperti biasa. Mungkin saja ada dari kita yang melakukan perjalanan jauh selama beberapa lama, hal itu juga bukan menjadi alasan bagi kita untuk ‘absen’ melakukan ibadah.

Diambil dari buku “The Jilbab Traveler” karya Asma Nadia, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan dan terus diistiqomahkan dalam beribadah, baik dalam liburan maupun perjalanan.

  • Manfaatkan waktu selama menunggu, baik di kendaraan maupun tempat dimana kita berlibur untuk berdzikir. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sedetik kemudian, maka alangkah indahnya bila kita tetap mengingat Allah sambil melantunan dzikir.
  • Usahakan shalat tepat waktu, dalam perjalanan kita bisa menjama’ qashar. Namun bila ada di suatu tempat, jangan ragu untuk beribadah lebih awal. Jangan sungkan dengan orang yang berbeda keyakinan, saat kita berada bersama mereka dalam satu tempat. Hal itu bukan menjadi alasan untuk meninggalkan shalat.
  • Supaya waktu shalat aman, rencanakan perjalanan. Kita harus bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk berpergian atau mengunjungi suatu tempat, sehingga dipastikan kita bisa shalat dengan aman dan nyaman. Bawa pula perlengkapan shalat seperti mukenah dan sajadah saku. Dimanapun dan kapanpun, kita bisa shalat dengan mudah.
  • Tetap shalat Dhuha.
  • Tetap shalat Tahajud.
  • Tetap membaca Al Qur’an kecil yang kita bawa.
  • Jangan pernah meninggalkan shalat apapun alasannya. Walaupun baju basah, terkena najis, atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, shalat sebisamu. Biar Allah yang memutuskan diterimanya amalmu.
  • Tetap tenang saat masalah datang. Ingat, Allah senantiasa memberi jalan keluar jika kita selalu mengingat-Nya.
  • Tambahan nih: tetap memakai busana muslim yang syar’I ya! Khususnya buat wanita, tetep kerudung dan roknya dijaga, atau celana yang longgar. Insya Allah kalau sudah terbiasa gak bakal ribet.

Semoga Allah selalu menjadikan kita sebagai hamba yang bersyukur dan senantiasa mengingat Allah dalam keadaan apapun. Aamiin.

Selamat menikmati liburan!

Muslim yang Cerdas

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, sobat!

Sebagai pelajar muslim, tugas kita selain belajar dengan tekun, kita juga harus berpikir cerdas. Gimana sih, berpikir cerdas menurut pandangan Islam itu?

lwsdadarge

Menurut hadis, muslim yang cerdas adalah orang yang selalu mempersiapkan dirinya dalam mengumpulkan bekal akhirat.

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

Kalau kayak gitu, kira-kira penting mana sih, pelajaran akademis atau kebutuhan ruhaniyah kita yang dahulukan? Apasih yang sebenarnya lebih ngaruh dalam kehidupan kita di masa mendatang? Kehebatan kita dalam belajar, ataukah ibadah kita yang lebih utama?

Biasanya, kalau menjelang ulangan, atau lagi numpuk-numpuknya tugas, kita mendadak aja males atau uring-uringan untuk berangkat ke masjid. Kita lebih ngeusahain untuk menyelesaikan tugas di sekolah kita ketimbang mendirikan sholat dhuha yang kira-kita waktu yang dibutuhkan Cuma 10 menit. Apalagi kalau musim ulangan. Jadi galau, mau sholat dulu atau belajar dulu. Pilih ngaji dulu, atau baca buku dulu? Hmm…

Yang kayak gitu, gak usah dipikirin, sobat!

Belajar itu penting. Meraih prestasi setinggi-tingginya juga penting. Kita sebagai makhluk tercerdas di muka bumi ini memiliki kemampuan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Kalau denger kisah Nabi Adam A.S dengan malaikat, Allah pernah menguji seberapa pintar manusia dengan malaikat dengan menanyakan berbagai pertanyaan. Ternyata, manusia memiliki pengetahuan yang lebih luas. Makanya, kita ditunjuk sebagai khalifah dimuka bumi karena kecerdasan kita yang telah Allah berikan.

Eh, tapi jangan sombong dulu, ya! Ilmu yang sudah Allah berikan itu hanya secuil dari pengetahuan yang ada di permukaan bumi.

Dari Al-Mustaurid bin syadad RA. Berkata, bahwa Rasulullah Saw. besabda: “Demi Allah! Tidaklah perbandingan dunia dengan akhirat itu melainkan seperti salah seorang diantara kalian yang memasukkan jarinya kedalam lautan, maka lihatlah seberapa banyak air yang ikut pada jari itu. (HR. Muslim)

Sst, dari hadis tersebut, kira-kira seberapa banyak sih air yang ikut di jari kita? Dikit banget, bahkan mendekati nggak ada! Perbandingan dunia dan akhirat itu sangat ja-a-a-a-auh! Jadi kita nggak boleh bangga dengan kepintaran kita, karena masih ada banyak pengetahuan yang belum manusia tahu. Einstein yang katanya orang terpintar di dunia aja hanya memakai 10% bagian otaknya, dan wallahua’lam kebenaran itu pasti atau nggak. Tapi yang jelas, selain kita harus belajar dengan tekun, kita juga harus beribadah.

komik-muslimah-584

Ibadah? Seberapa penting, sih?

Kalau otak kita dipaksa untuk belajar terus menerus tanpa ada istirahat, otak kita bakal kerja keras. Apa yang terjadi selanjutnya? Kita sering nge-blank kalo ujian. Nah, untuk mencegah hal-hal yang kayak gitu, kita juga harus beribadah dengan tekun. Apa yang terjadi pada kita adalah atas kehendak dan ridho Allah. Kebayang nggak, kalau Allah nggak mengizinkan kita untuk mengerjakan soal dengan lancar, wuih bakal amburadul. Fisik dan mental kita bakalan drop, dan… muncullah stress. Ternyata efeknya panjang juga ya.

Jadi ibadah itu bukan selingan. Ibadah bukan Cuma pas mood aja. Jadikan ibadah sebagai suatu kebutuhan kita, bukan Cuma kewajiban aja. Nah dengan berpikir seperti itu, maka kita akan yakin bahwa Allah akan selalu membantu kita selagi kita mencari pertolonganNya.

tumblr_mcm5qvdSSQ1rirezko1_500

Selamat menempuh ujian! Jadikan Allah yang utama. Kerja keras, kerja cerdas. Biidznillaah^^

Sumber:

4 Malaikat yang Mendatangi Kita Disaat Sakit

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Tulisan pendek ini membuktikan bahwa sakit itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita.

syafakallah Continue reading